Waskita Karya Yakin Restrukturisasi Selesai

PT Waskita Karya (Persero) optimistis bisa mencapai target pendapatan dan target laba tahun ini. Karena, kucuran dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sudah cair pada semester pertama tahun ini.

Menurut Direktur Utama Waskita Karya M. Cholic, cairnya dana PPA membuat Waskita Karya tak lagi kesulitan keuangan dan bias merampungkan restrukturisasinya. “Dana sudah masuk awal Juni ini sebesar Rp 475 miliar,” ujar Cholic ketika ditemui di kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (29/6).

Cholic mengatakan, tahun ini target pendapatan Waskita mencapai Rp 6,3 triliun, naik 40% dari tahun lalu yang sebesar Rp 4,5 triliun. Adapun target labanya tahun ini mencapai Rp 155 miliar. Target laba ini naik lebih dari 200% dibandingkan labanya tahun lalu yang sebesar Rp 50 miliar.

Waskita optimistis pendapatan dan labanya tahun ini akan lebih tinggidibanding tahun lalu, karena mereka telah memperoleh kontrak proyek baru senilai Rp 7 triliun. Sebanyak 90% diantaranya merupakan proyek pemerintah. Sisanya, proyek swasta, di dalam dan luar negeri.

Tahun ini pula, Waskita merampungkan proyek-proyek yang didapatnya tahun lalu. Tahun lalu, 80% proyek yang digarap Waskita ada di dalam negeri. Beberapa proyek yang sedang mereka garap, antara lain pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara, tol Jasa Marga di Semarang, dan jembatan di Sulawesi.

Ketika dihubungi terpisah, Juru Bicara PPA Lukman Hakim mengatakan, PPA belum mencairkan dana untuk BUMN konstruksi tersebut. Sebab, saat ini Waskita masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pencairan tersebut. “Itu kan bentuknya modal tambahan. Sebelum dicairkan harus mendapat peresetujuan pemegang saham,” katanya.

Lukman menambahkan, kalaupun cair, maka jumlah dana tersebut pun hanya Rp 275 miliar, bukan Rp 475 miliar. Sebab sebesar Rp 200 miliar telah dipotong surat utang Waskita. April lalu, Waskita telah menerbitkan surat utang yang dibeli PPA sebesar Rp 200 miliar.

Sumber : Kontan - 1 Juli 2010