Rupiah dan Indeks Saham Berpotensi Melemah
There are no translations available.

Jum'at, 22 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Jakarta - Nilai tukar rupiah (IDR) hari ini diprediksi akan melemah ke 9.320 per dolar AS, mengikuti kemungkinan penurunan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia.

Menurut Analis Ekonomi PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, rupiah kemarin kembali menguat ke 9.305 per dolar AS (kurs tengah Bloomberg) tapi indeks saham melemah.

“Untuk perdagangan IDR hari ini, kami perkirakan masih ada pergerakan melemah di kisaran 9.320-9.350 per dolar AS, mengikuti kemungkinan penurunan indeks,” kata Lana dalam analisis harian Samuel Sekuritas di Jakarta hari ini.

Penguatan terhadap dolar AS kemarin juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia, mengindikasikan pelemahan dari mata uang dolar AS.

Indeks saham di Bursa Indonesia kemarin ditutup turun di 2.638,38. Penurunan indeks ini mengikuti penurunan di bursa Hong Kong dan Singapura.

Harga minyak mentah (West Texas Intermediate) terus turun dan akhirnya kemarin ditutup di US$ 75,78 per barel. “Turunnya harga minyak ini kami perkirakan bisa memberi sentimen negatif pada bursa Asia hari ini,” ujarnya.

Sumber : Tempo Interaktif - 22 Januari 2010