Dolar Menguat, Rupiah Turut Terdesak
There are no translations available.

Jum'at, 22 Januari 2010
JAKARTA - Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) nampaknya berimbas pada mata uang dunia lainnya, termasuk Indonesia. Akibatnya, rupiah juga diproyeksikan masih akan mengalami pelemahan pada perdagangan diakhir pekan ini, Jumat (22/1/2010).

“Rupiah masih akan cenderung mahal, karena dolar masih menguat secara global,” kata pengamat valas Toni Mariano saat dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Dilanjutkannya, akibat penguatan dolar tersebut bank sentral negara-negara Asia melakukan intervensi guna melakukan pencegahan pelemahan mata uangnya. “Akibatnya,  terjadi profit taking,” imbuhnya.

Namun, nampaknya profit taking tersebut juga didukung faktor akhir pekan. “Saham juga kemarin negatif,” imbuhnya.

Menurutnya, rupiah akan berada pada kisaran Rp9.285-9.378 per USD pada hari ini. Sementara itu, pada perdagangan kemarin, Kamis (21/1/2010) rupiah mengalami pelemahan ke posisi Rp9.319 per USD dari perdagangan hari sebelumnya, Rp9.275 per USD. Sementara itu, kurs jual brada di level Rp9.366 dan kurs beli di posisi Rp9.272 per USD.

Sumber : Okezone - 22 Januari 2010