|
There are no translations available.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera mengganti komisaris dan direksi beberapa perusahaan BUMN, termasuk beberapa di antaranya merupakan perusahaan public (emiten). BUMN yang akan mengganti komisaris dan direksi dalam waktu dekat antara lain PT Pertamina, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, serta PT Telkom Tbk.
Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan, keempat BUMN tersebut kemungkinan mengganti komisaris dan direksi pada semester I -2010. “Rapat umum pemegang saham (RUPS) mengenai penggantian tersebut akan segera digelar sejumlah BUMN” ujara Mustafa di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Mustafa, akhir tahun lalu, pemerintah mengganti direksi dan komisaris BUMN antara lain Badan Urusan Logistik (Bulog) pada Novemebr dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Desember 2009. “PT Pertamina mudah-mudahan selesai Januari ini,” ucap dia.
Menurut Mustafa, pada Mei 2010, perombakan komisaris dan direksi dilakukan pada BUMN sector perbankan antara lain Bank Mandiri dan Bank BRI. Untuk Telkom, pergantian itu rencananya pada Juni 2010 sesuai dengan jadwal RUPS perusahaan tersebut. “Kami melakukan evaluasi juga mana yang harus diganti dan mana yang masih bisa meneruskan jabatan. Pergantian direksi kan bisa jadi karena dua, yaitu masa jabatannya habis dan kinerja perseroannya yang buruk,” ungkap Mustafa.
Namun, Mustafa juga mengungkapkan, apabila kinerja perseroan tetap baik selama dijabat oleh komisaris dan direksi yang bersangkutan, ada kemungkinan untuk meneruskan masa jabatan. Secara tersirat, Mustafa mengungkapkan, bahwa direksi Telkom tidak akan diganti.
“Siapa yang berprestasi akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pengabdiannya kembali. Kami akan melakukan secara objektif, misalnya bagaimana sikap terhadap anak buah, kerjanya tertekan atau tidak, itu akan kami evaluasi semuanya,” papar Mustafa.
Sebelumnya, Mustafa mengungkapkan, pihaknya akan mengganti sejumlah direksi sejumlah BUMN di bidang trasnportasi, pupuk, dan pertambangan karena masa jabatnnya yang telah habis.
Sumber : Investor Daily - 25 Januari 2010 |