Laba Bersih BUMN Tumbuh di Atas 10%

Hingga semester I-2010, laba bersih seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di luar PT Pertamina, tumbuh lebih dari 10% dibanding periode yang sama tahun 2009.

Per kuartal I lalu, laba bersih BUMN termasuk PT Pertamina, telah tumbuh lebih dari 10% sehingga pemerintah optimistis target laba bersih sepanjang tahun ini sebesar Rp 94 triliun, bakal tercapai.

“Tahun ini, kami menargetkan minimum 10% (pertumbuhan laba bersih BUMN) ketimbang tahun lalu. Target masih tercapai untuk semester I, bahkan mungkin lebih sedikit di atas target,” kata Sekretaris Menteri Negara BUMN M Said Didu, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Said mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kondisi kinerja Pertamina sebagai salah satu BUMN dengan laba bersih terbesar. Kondisi perusahaan minyak dan gas ini dinilai amat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.

“Angka ICP (harga minyak mentah Indonesia) per kuartal I masih medukung Pertamina untuk merealisasikan keuntungan di atas target. Tapi untuk kuartal II, saya belum bisa  pastikan bagaimana kondisi Pertamina, dengan tingkat ICP yang cenderung turun,” papar dia.

Said menyebutkan, BUMN sektor tambang, perbankan dan logistik memiliki kinerja yang cukup baik hingga semester I-2010 ini. Ini menyusul kondisi harga komoditas yang relatif stabil. Bahkan, harga komoditas tambang, seperti timah, nikel dan emas, cenderung meningkat.

“Mungkin hanya harga komoditas batubara yang harganya sedikit menurun,” ujar dia.

Said juga menyoroti kondisi kinerja perbankan yang cukup baik, sejalan dengan iklim investasi yang masih kondusif. Demikian pula kinerja BUMN logistik, seperti perusahaan jasa bandar udara (bandara) dan jasa pelabuhan, dapat tumbuh dengan baik.

Kontribusi BUMN

Di sisi lain, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan, sumbangsih BUMN terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Selama ini, BUMN yang jumlahnya mencapai 141 perusahaan telah memiliki peran strategis di berbagai sektor industri.

“BUMN telah memberikan kontribusi signifikan terhadap APBN dan berfungsi sangat penting mendorong perekonomian negara melalui berbagai kegiatan investasi skala besar,” ungkap Musatafa dalam pidato sambutan pada upacara pembukaan pertandingan olah raga BUMN 2010 kemarin.

Potensi besar yang dimiliki BUMN diharapkan menjadi modal berharga bagi upaya memperkuat semangat olah raga di Tanah Air. Bahkan, Kementerian BUMN tengah menyusun agenda aksi untuk mengoordinasikan peran BUMN dalam mewujudkan ekspektasi di bidang olahraga.

“Ini adalah sebuah ekspektasi besar yang membutuhkan kerja keras dan kontribusi yang besar pula dari semua pihak, termasuk BUMN. Dengan tekad kuat, kerja keras, dan dukungan semua pihak, kami yakin sepenuhnya Indonesia Emas bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlampau lama,” papar Mustafa.

Sumber : Investor Daily - 26 Juli 2010