BUMN Sisihkan Laba Bersih untuk PKBL

Maksimal Dua Persen
PKBL merupakan program pembinaan usaha kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk program ini maksimal sebesar dua persen dari laba bersih untuk program kemitraan dan maksimal dua persen dari laba bersih untuk program bina lingkungan.

Sebanyak empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani perjanjian sinergi sebagai penyaluran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari 17 BUMN lainnya senilai Rp 385 miliar. Kerja sama ini dilaksanakan untuk meningkatkan optimalisasi program kemitraan dan sinergi antar-BUMN.

Berdasarkan peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang PKBL, setiap BUMN wajib menyisihkan laba bersih perusahaan sebesar 1-2 persen untuk membantu permodalan para pengusaha kecil dan menengah. Dengan demikian, dana PKBL diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan makin pesatnya sektor dunia usaha, termasuk BUMN, tuntutan agar BUMN berperan lebih aktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin tinggi,” ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam sambutannya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/8).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sarinah, Jimmy M Rifai Gani, mengatakan, dana PKBL yang dikeluarkan pihaknya dapat menyejahterakan taraf hidup petani kakao. Dalam perjanjian sinergi yang baru ditandatangani itu, Sarinah bertindak sebagai pembina dan penyalur dana PKBL dengan enam BUMN lainnya, yakni PT Jasa Marga, PT Bio Farma, PT PANN, PT ASEI, PT JIEP, dan Perum PNRI. Dana yang disalurkan enam BUMN kepada mitra binaan Sarinah sebesar Rp 13 miliar.

“Kami harap dana PKBL dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kakao. Dengan sejumlah dana tersebut, kami bisa memberdayakan mereka,” ujar Jimmy.

Tidak hanya Sarinah, PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) juga bertindak sebagai penyalur dana PKBL bersama PT Pertamina, PT PGN Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT BTN Tbk, PT Jasa Raharja, PT Pelindo II, PT Taspen, PT Asuransi ekspor Indonesia, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Sementara itu, besaran dana PKBL yang disalurkan Rp 347 miliar.

Sedangkan, PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) bertindak sebagai penyalur dana PKBL sebesar Rp 15 miliar bersama PT Bukit Asam Tbk.

Dan, PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) sebagai penyalur dana PKBL bersama PT Semen Baturaja, dengan dana PKBL yang disalurkan sebesar Rp 10 miliar.

Sumber : Republika - 10 Agustus 2010