Dana PKBL Diupayakan Bisa Capai Rp 10 Triliun

Kementerian BUMN mengupayakan agar dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari seluruh BUMN mampu mencapai hingga Rp 10 triliun hingga 2014. Setiap tahun penyaluran ditargetkan naik Rp 2 trilun.

“Kami mencatat dalam lima tahun terakhir hingga 2009, dana PKBL yang sudah tersalurkan mencapai Rp 6,38 triliun,” ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam sambutannya di acara Penandatanganan Kerja Sama Sinergi PKBL di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/8).

Khusus tahun ini, berdasarkan prognosa, PKBL yang telah tersalurkan mencapai Rp1,97 triliun. “Pendistribusian PKBL pada 2009 kepada sebanyak 650 ribu lebih UKM atau meningkat dari posisi 370 ribu pada 2004,” katanya.

Untuk meningkatkan penyaluran dana PKBL, Kementerian BUMN juga melakukan sinergi antar BUMN. Jumlah total penyaluran dana PKBL lewat sinergi ini adalah Rp 385 miliar.

Sinergi yang telah ditandatangani tersebut antara lain PT Sarinah sebagai pembina dan penyalur dana PKBL dengan enam BUMN yakni PT Jasa Marga, PT Bio Farma, PT PANN, PT ASEI, PT JIEP, dan Perum PNRI. Dana yang disalurkan dari enam BUMN kepada mitra binaan Sarinah senilai Rp 13 miliar.

Selain itu, antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Jasa Raharja, PT Pelindo II, PT Taspen, PT Asuransi Ekspor Indonesia dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Dana yang disalurkan sebesar Rp347 miliar.

Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Bukit Asam Tbk. Dana yang disalurkan sebesar Rp15 miliar. PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN IX) sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Semen Baturaja dengan dana yang disalurkan sebesar Rp10 miliar.

Mus, demikian panggilan Mustafa, memaparkan, dengan makin pesatnya sektor dunia usaha, termasuk BUMN, tuntutan agar BUMN berperan lebih aktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. “Hal ini tentunya akan terlihat nyata apabila program yang dilakukan BUMN menyentuh sektor yang banyak menyerap tenaga kerja (padat karya), antara lain pertanian/ perkebunan dan kerajinan rakyat,” kata dia.

PTPN X, PTPN VII, PTPN XI akan menyalurkan dana yang diterimanya kepada petani tebu di wilayah kerjanya. Sedangkan PT Sarinah sebagai BUMN yang bergerak di bisnis ritel akan menggunakan dana PKBL untuk membina para perajin dan pengusaha kecil khususnya batik dan kerajinan.

Dalam sinergi ini, PT Sarinah berharap perannya sebagai The Indonesian Emporium dapat berjalan dengan baik.

Sumber : Investor Daily - 10 Agustus 2010