IPO Waskita Karya Malah Andalkan Suntikan Modal
There are no translations available.

Penilaian penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) saham Waskita Karya akan lancar menyusul adanya suntikan modal dinilai tidak masuk akal. Investor akan mencermati proses penyehatan keuangan di BUMN ini.

Dirut Waskita Karya M Choliq yakin, rencana IPO-nya bakal ber¬jalan lancar, karena pemerintah telah menyetujui suntikan dana segar sebesar Rp 475 miliar.

“Men¬teri Keuangan sudah me¬ner¬bitkan surat pada 17 Sep¬tem¬ber 2009. Menteri Negara BU¬MN juga sudah setuju,” kata Cho¬liq di Kantor Kementerian Nega¬ra BU¬MN, Ja¬karta, kemarin.

Menurutnya, pencairan dana akan dilakukan sekaligus. Namun, pencairan itu baru bisa dilakukan setelah ada pembahasan dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan persya¬ratan ad-minsitrasi selesai.

“Saya belum bisa mengatakan kapan target restrukturisasi ini selesai,” ujar Choliq.

Dikatakan, dana senilai Rp 475 miliar tersebut rencananya untuk menyehatkan keuangan perseroan, selain meningkatkan ekuitas perusahaan. Dia menambahkan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan PPA untuk membahas finalisasi rencana restrukturisasi tersebut pada sore ini.

Pada bagian lain, Choliq menegaskan, dengan mulusnya rencana restrukturisasi tersebut, pihaknya kini mulai menatap kembali rencana IPO. Waskita berharap penawaran saham tersebut dapat dilaksanakan pada 2010.

“Tahun depan IPO diharapkan bisa jalan, estimasi awal dulu kan kami berharap bisa meraup Rp 600 miliar,” ujarnya

Tahun ini, BUMN bidang infrastruktur ini menargetkan pendapatan perseroan tahun ini mencapai Rp 5 triliun atau meningkat sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,3 triliun.

“Target pendapatan tersebut digenjot dari sejumlah proyek infrastruktur,” terangnya.

Menurut Choliq, hasil audit kinerja perusahaan pada 2008 menunjukkan, perusahaan memperoleh pendapatan sekitar Rp 3,3 triliun atau naik 50 persen dibandingkan dengan 2007 sebesar Rp 2,2 triliun. Perolehan tersebut meningkat dari target yang diterapkan sebelumnya Rp 2,9 triliun. “Laba bersih kami mencapai Rp 7,1 miliar,” katanya.

Kata Choliq, saat ini pihaknya sudah mengantongi sejumlah kontrak pembangunan infrastruktur senilai Rp 7 triliun.

Pengamat pasar modal Deni Hamzah mengatakan, proses IPO Waskita Karya ini sangat dipengaruhi kinerja manajemen dalam melakukan penyehatan keuangan. Selain itu, proses tersebut juga dipengaruhi oleh ketepatan waktu manajemen dalam melakukan proses IPO.

 

 

[Rakyat Merdeka, Selasa 29/09/2009 ]