Program Kerja Bina Lingkungan

Strategi program  pemberdayaan masyarakat yang sepenuh hati diharapkan mampu mendorong kemandirian dan mengurangi angka kemiskinan

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 (“PERMEN 05”), tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (“PKBL”) dan dalam rangka melaksanakan tanggung jawab social perusahaan, PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diwajibkan ikut berpartisipasi aktif untuk pemberdayaan masyarakat, melalui peningkatan lapangan pekerjaan, kesempatan berusaha dan menanggulangi kemiskinan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (“PKBL”).  

Belum lama ini, sebagai salah satu wujud kegiatan Bina Lingkungan PT PPA tahun 2009 tersebut, telah dilaksanakan Pelatihan Pengelola Tambak Organik Budidaya Bandeng dan Udang Windu di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

 

CIMG0985Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu daerah  sentra padi di Jawa Barat khususnya dan Indonesia secara umum. Selain sebagai sentra padi, dipesisir kabupaten karawang tersebar juga ribuan hektar lahan pertambakan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Selama ini sebagian para petambak mandiri yang  merupakan bagian lebih dari 800 Kepala Keluarga dalam melakukan usaha pengelolaan tambak, mengalami kesulitan atas hasil panen yang semakin lama semakin menurun, bahkan saat ini para petambak cenderung hanya sekedar bertahan atas tambak yang mereka kelola.  Memang, dalam perjalanannya puluhan tahun ini praktis para petambak tidak medapatkan bimbingan dan penyuluhan dari dinas terkait, sehingga model pengelolaan yang dilakukan hanya berdasarkan pengalaman yang turun temurun dan belajar dari sesama petambak yaitu dengan mengunakan pengolahan lahan dengan bahan kimia dan pakan non organik. Penggunaan bahan kimia yang dilakukan secara terus menerus ini juga berakibat menurunnya kualitas lahan tambak serta kegagalan panen di tambak bandeng dan udang masyarakat yang merupakan sumber penghasilan utama masyarakat ini juga berpotensi menyebabkan putus sekolah bagi sebagian besar anak-anak para petambak, petani dan nelayan.

Berdasarkan permasalahan tersebut PT PPA merasa perlu untuk memberikan pelatihan pengelolaan dan budidaya tambak dengan mengunakan metode organik. Metode ini dapat menjaga kondisi lahan tetap subur sehingga hasil panen dapat lebih baik sekaligus juga dapat menekan biaya pakan. Hasil akhirnya adalah meningkatnya taraf ekonomi para petani sekaligus menjaga lingkungan agar tidak rusak akibat pengunaan bahan kimia.

DSC_0111.JPG

Pelatihan dilaksanakan selama 3 bulan penuh yang terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama, Pelatihan dalam bentuk Inhouse Training yang dilaksanakan selama 2 hari.  Hari Pertama adalah materi mengenai Paradigma Pemberdayaan Untuk Perubahan Komunitas, Pola Pengelolaan Organik dan An Organik bagi tambak dan Peran Pemerintah dalam Optimalisasi Potensi Tambak di Karawang. 

Hari kedua mengenai Pengolahan Potensi Lokal, Praktek Pengelolahan Lahan Tambak Organik dan Pakan Alternatif lainnya dan Pengolahan Bandeng tanpa tulang lunak.  para petani tambak praktek langsung ke demplot percontohan dengan didampingi tenaga pendamping lapangan (TPL). Kegiatan praktek ini dilakukan pada tambak salah satu anggota kelompok yang tidak terpakai dengan memberikan bibit bandeng dan udang windu untuk dikelola bersama.  

 

Tidak hanya berhenti sampai disana, Program Bina Lingkungan ini difollow up-i dengan memberikan bantuan permodalan melalui Program kemitraan PT PPA kepada para petani tambak udang windu dan bandeng. Melalui program kemitraan ini diharapkan permasalahan modal yang sering dialami para petani dapat ditanggulangi. Mengingat jasa administrasi yang dikenakan sebesar 6% per tahun jauh di bawah bunga yang mereka pinjam di rentenir ataupun suku bunga bank. 

Pemberdayaan ekonomi secara komprehensif pun kini telah dilaksanakan dengan mensuport berbagai program lainnya seperti pembuatan sarana air bersih, perbaikan jalan dan pengadaan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang terhitung menjadi hal yang masih mahal bagi para petani tambak ini.

Selain kegiatan diatas, PT PPA juga melakukan program Bina Lingkungan ke lima pokok kegiatan lainnya yaitu program tanggap darurat untuk Korban Bencana Alam, Pendidikan dan atau Pelatihan, Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum, Bantuan Sarana Ibadah serta Pelestarian Alam.

Pelaksanaan PKBL PT PPA ini  diharapkan dapat mampu mewujudkan 3 pilar utama pembangunan (triple tracks) yang telah dicanangkan pemerintah yaitu: (1) pengurangan jumlah pengangguran; (2) pengurangan jumlah penduduk miskin; dan (3) peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu diharapkan, melalui PKBL dapat terjadi peningkatan partisipasi BUMN untuk memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan.