Pertamina Didukung Ambil Alih Kilang TPPI
There are no translations available.

JAKARTA – Sejumlah Anggota DPR mendukung PT Pertamina (Persero) untuk mengambil alih aset kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur.


Pengambilalihan kilang berkapasitas 100.000 barel per hari (bph) itu menjadi alternatif pilihan selain proses restrukturisasi utang. “Dari pada ini terus berlarut-larut dan semakin lama kilang makin terbengkalai serta merugi, saya dukung Pertamina sebagai BUMN mengambil alih kilang TPPI,” kata anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Achmad Rilyadi saat dihubungi di Jakarta kemarin.

Achmad menambahkan, setelah diambil alih, Pertamina bisa mengoptimalkan produksi kilang TPPI.Saat ini Pertamina masih mengimpor BBM hingga 600.000-700.000 bph. Kilang TPPI bisa digunakan untuk mengolah minyak mentah yang diproduksikan Blok Cepu yang diproyeksikan mulai memproduksi minyak sebanyak 165.000 bph mulai 2014. Menurut dia, pengolahan minyak Cepu di Tuban lebih baik dibandingkan opsi mengirimnya ke Balikpapan yang lebih jauh dan membutuhkan modifikasi kilang lagi.

“Pipa dari Cepu ke kilang eks TPPI di Tuban sudah ada, jadi tinggal mengalirkannya saja. Jika kilang ini beroperasi, maka Pertamina bisa mengurangi impor BBM-nya,” kata dia. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Bobby Rizaldi juga menyatakan mendukung Pertamina jika langkah tersebut memang merupakan pilihan terbaik. Menurut dia, saat ini memang hanya tersisa dua pilihan yakni restrukturisasi utang atau pengambilalihan aset. “Yang satu rugi sedikit, satunya lagi rugi besar,” katanya.

Namun dia mengingatkan, untuk melikuidasi aset bukanlah perkara mudah dan memerlukan proses hukum yang panjang. Sepanjang proses hukumnya telah dilaksanakan, lanjutnya, maka opsi melikuidasi aset TPPI memang merupakan pilihan terbaik. “Kami juga ingin tahu pengambilalihan itu membutuhkan waktu berapa lama dan biayanya berapa, sehingga DPR bisa mengambil posisi politik yang efektif,” ujar Bobby.

Sebelumnya Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, pihaknya akan mengeksekusi piutangnya yang ada di TPPI pada 15 Agustus 2012. Pertamina diketahui menjadi pemberi pinjaman terbesar di TPPI, yakni sekitar USD640 juta dengan status jaminan peringkat pertama atas aset fisik.

Sumber: Seputar Indonesia, 7 Agustus 2012