TNI AU-PT DI Tukar Aset Tanah

JAKARTA – TNI Angkatan Udara melakukan perjanjian ruislag atau tukar-menukar aset tanah dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk tanah di kawasan Lanud Husein Sastranegara.


Perjanjian tersebut guna mendukung kegiatan masing-masing pihak yang bekerja sama. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengungkapkan, penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan berita serah-terima operasional (basto) pemanfaatan aset tanah telah dilakukan pada Selasa (7/8). Selain tanah di kawasan Lanud Husein Sastranegara, kerja sama juga mencakup pemanfaatan aset tanah di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya.

“Salah satu tujuan MoU dan basto adalah untuk menemukan penyelesaian atas permasalahan,” katanya, kemarin. Permasalahan yang dimaksud adalah keterbutuhan TNI Angkatan Udara akan lahan dan fasilitas lain, seperti rumah dinas, di sisi selatan Lanud Husein Sastranegara, sementara itu merupakan lahan milik PT DI.Di sisi lain,PT DI selama ini juga menggunakan aset tanah milik TNI Angkatan Udara untuk kegiatannya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Dede Rusamsi seusai melakukan penandatanganan, mengatakan bahwa kebutuhan lahan untuk pengembangan dukungan operasi penerbangan,baik bagi militer maupun sipil,membuat TNI AU harus membuat perencanaan matang.Di sisi lain, kebutuhan PT DI untuk meningkatkan produksi membutuhkan kawasan produksi yang memadai menjadi bahan pertimbangan. Dede menyebut, kebangkitan PT DI adalah suatu keniscayaan karena ekonomi sekarang sudah cukup kuat. Begitu juga TNI AU sebagai salah satu customer utamanya berkembang sangat pesat.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan banyak aset milik TNI Angkatan Udara dipergunakan oleh PT DI.Bahkan, sebagian perkantoran dan hanggar untuk kegiatan produksi PT DI dibangun di atas tanah yang statusnya masih dimiliki TNI AU. “Tentunya hal ini tidak lazim bagi suatu Perseroan seperti PT DI,” sebutnya. Karena itu, tukar-menukar aset ini diharapkan bisa memperbaiki hal ini. Untuk memudahkan kegiatan sehari-hari, produksi PT DI dikonsentrasikan di area sebelah utara Lanud Husein Sastranegara.

Sumber: Seputar Indonesia, 9 Agustus 2012